Monday, March 2, 2020

POLITIK DALAM NEGERI - Ketua Baru DPD Golkar DKI: 70 Persen Pengurus Anak Muda

Politik Dalam Negeri, Jakarta - Ketua baru DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar mengutarakan ambisinya untuk merestrukturisasi keanggotaan Golkar Jakarta. Menurutnya, dengan semangat muda, dia berharap adanya sinergitas antara senior dan millenial.
"Memadukan tua muda di Golkar, 70 persen kepengurusan anak muda," kata Zaki di Kantor DPD Golkar Jakarta, Jalang Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 1 Maret 2020.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Zaki menilai, waktu konsolidasi lintas generasi masih cukup panjang. Khususnya menuju pemilihan Gubernur DKI di periode selanjutnya.
    "Ini masih cukup panjang waktunya. Jadi program Golkar DKI untuk konsolidasi dulu," jelas Zaki.
    Zaki tak memungkiri bila ujung dari konsolidasi ini adalah dengan melahirkan seorang kader yang masuk dalam bursa pemilihan gubernur DKI mendatang. 
    "Seperti biasa ada utusan dari DPD, kemudian satu DPP, satu Ormas Hasta Karya dan dua DPD wilayah kemudian ketua terpilih," Zaki menandaskan.

    Terpilih Lewat Aklamasi

    Ahmed Zaki Iskandar terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta secara aklamasi lewat Musyawarah Daerah (Musda) X.
    Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, yang mewakili pengurus pusat mengatakan, acara Musda menyatakan Zaki sebagai Ketua Golkar Jakarta untuk lima tahun ke depan.
    "Maka berdasarkan atas aspirasi dan mekanisme yang telah ditetapkan AD/ART, maka Musda ke-X DKI Jakarta menetapkan Saudara Ahmed Zaki Iskandar secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Terpilih” kata Ace saat menutup perhelatan Musda di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).
    Zaki saat ini menjabat sebagai Bupati Tangerang. Usai terpilih, dia berterimakasih atas kepercayaan kader Golkar atas terpilihnya secara aklamasi.
    "Kalau masalah aklamasi saya serahkan kepada voters. Sebelum pelaksanaan Musda ini satu bulan lalu bahkan dua bulan sebelumnya itu secara intensif saya sudah bangun komunikasi dengan para voters. Bahkan dilanjutkan dengan dilaturami langsung ke wilayah-wilayah," kata Zaki.

    Sumber : Liputan 6

    Sunday, March 1, 2020

    POLITIK DALAM NEGERI - Ketua Baru DPD Golkar DKI: 70 Persen Pengurus Anak Muda

    Politik Dalam Negeri - , Jakarta - Ketua baru DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar mengutarakan ambisinya untuk merestrukturisasi keanggotaan Golkar Jakarta. Menurutnya, dengan semangat muda, dia berharap adanya sinergitas antara senior dan millenial.
    "Memadukan tua muda di Golkar, 70 persen kepengurusan anak muda," kata Zaki di Kantor DPD Golkar Jakarta, Jalang Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 1 Maret 2020.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Zaki menilai, waktu konsolidasi lintas generasi masih cukup panjang. Khususnya menuju pemilihan Gubernur DKI di periode selanjutnya.
      "Ini masih cukup panjang waktunya. Jadi program Golkar DKI untuk konsolidasi dulu," jelas Zaki.
      Zaki tak memungkiri bila ujung dari konsolidasi ini adalah dengan melahirkan seorang kader yang masuk dalam bursa pemilihan gubernur DKI mendatang. 
      "Seperti biasa ada utusan dari DPD, kemudian satu DPP, satu Ormas Hasta Karya dan dua DPD wilayah kemudian ketua terpilih," Zaki menandaskan.

      Terpilih Lewat Aklamasi

      Ahmed Zaki Iskandar terpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta secara aklamasi lewat Musyawarah Daerah (Musda) X.
      Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, yang mewakili pengurus pusat mengatakan, acara Musda menyatakan Zaki sebagai Ketua Golkar Jakarta untuk lima tahun ke depan.
      "Maka berdasarkan atas aspirasi dan mekanisme yang telah ditetapkan AD/ART, maka Musda ke-X DKI Jakarta menetapkan Saudara Ahmed Zaki Iskandar secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Terpilih” kata Ace saat menutup perhelatan Musda di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2020).
      Zaki saat ini menjabat sebagai Bupati Tangerang. Usai terpilih, dia berterimakasih atas kepercayaan kader Golkar atas terpilihnya secara aklamasi.
      "Kalau masalah aklamasi saya serahkan kepada voters. Sebelum pelaksanaan Musda ini satu bulan lalu bahkan dua bulan sebelumnya itu secara intensif saya sudah bangun komunikasi dengan para voters. Bahkan dilanjutkan dengan dilaturami langsung ke wilayah-wilayah," kata Zaki.

      Sumber : Liputan 6

      Tuesday, February 25, 2020

      POLITIK DALAM NEGERI - Isu Reshuffle, Menteri Sosial: Hanya Presiden Jokowi yang Bisa Menilai

      Politik Dalam Negeri, Jakarta - Dua pekan belakang ini, isu reshuffle mulai berhembus beberapa menteri pun menanggapi dingin dengan isu tersebut. Terkecuali Menteri Sosial Juliari P. Batubara yang tidak mau mencari-cari kabar terkait pergantian menteri dan tetap bekerja.
      "Reshuflle-reshuffle yang menurut saya kita bekerja saja dengan sesuai dengan fungsinya, kita enggak pernah cari-cari tahu juga soal reshuffle," kaya Juliari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Dia menjelaskan yang bisa menilai kinerjanya hanya Presiden Jokowi. Dia yakin selama para menteri bekerja secara profesional, Mantan Gubernur DKI Jakarta pun akan menilai.
        "Ya presiden yang menilai saya, dan kinerja saya yang menilai presiden. Dan selama kita bekerja sesuai profesional kita, dan juga sesuai dengan tugas dan fungsi kita ya nanti penilainnya biar presiden yang menilai," ungkap Juliari.

        Serahkan ke Jokowi

        Sebelumnya hal senada juga dikatakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi soal reshuffle kabinet. Menurutnya, perombakan kabinet adalah kewenangan kepala negara.
        "Tentu bukan saya yang harus jawab, semuanya terserah beliau, tentu beliau punya hitung hitungan," kata Syahrul.
        Politikus Partai Nasdem tersebut menambahkan, bahwa dirinya serius menjalankan tugas dengan baik dan terus mencapai target pemerintah.
        "Saya ini orang lapangan, orang kerja, apa saja saya kerja sesuai dengan target, sesuai dengan tupoksi, bagi saya tugas ini adalah ibadah," kata Syahrul.
        Reporter: Intan Umbari Prihatin

        Sumber : Liputan 6

        Sunday, February 23, 2020

        POLITIK DALAM NEGERI - Dasco: Gerindra Belum Memikirkan Kontestasi Pilpres 2024

        Politik Dalam Negeri, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya belum memikirkan langkah strategis pada Pemilu Presiden 2024 karena masih fokus memperkuat basis internal partai.
        "Gerindra belum memikirkan Pilpres 2024. Gerindra masih lakukan konsolidasi internal, masih perkuat partai, masih menjaga soliditas partai, dan masih memikirkan bekerja yang terbaik untuk rakyat Indonesia," kata Dasco di Jakarta, Minggu (24/2/2020).

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Ia bersyukur terhadap hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan bahwa masyarakat masih percaya dengan kinerja Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sehingga menjadi paling populer.
          Namun, Dasco enggan jika tingkat popularitas Prabowo yang tinggi itu dikaitkan dengan kontestasi Pilpres 2024.
          "Survei tersebut masih terlalu dini kalau dikait-kaitkan dengan kontestasi Pilpres 2024, itu masih jauh," ujarnya seperti dikutip Antara.
          Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan bahwa hasil survei tersebut bukan menjadi patokan bagi partainya, melainkan akan menjadi pemicu semangat bagi seluruh kader Gerindra kerja lebih baik lagi untuk rakyat.
          Sebelumnya, hasil survei Indo Barometer menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki tingkat pengenalan tertinggi dibandingkan menteri-menteri lain yang ada dalam Kabinet Indonesia Maju.
          "Survei menunjukkan bahwa 10 menteri dengan tingkat pengenalan tertinggi adalah Prabowo Subianto dengan 94.8 persen," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu kemarin.
          Ia menyebutkan di posisi kedua adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tingkat pengenalan 71,8 persen.
          Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD (61,8 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (50,2 persen), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (46,6 persen), Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan (46,4 persen), dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim (45,3 persen).

          Keterkaitan dengan Pilpres 2024

          Qodari mengatakan bahwa tingkat pengenalan publik terhadap para menteri itu dinilainya penting karena berkaitan erat dengan tingkat keterpilihan mereka jika nanti mereka mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pilpres 2024.
          Survei itu juga menunjukkan bahwa Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto diunggulkan menjadi calon presiden di Pemilu 2024, dengan persentase 22,5 persen.
          Nama berikutnya setelah Prabowo adalah Anies Baswedan (14,3 persen), Sandiaga Uno (8,1 persen), Ganjar Pranowo (7,7 persen), Tri Rismaharini (6,8 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (5,7 persen).
          Selain itu, menurut dia, ada nama Khofifah Indar Parawansa (3,3 persen), Ridwan Kamil (2,6 persen), Erick Thohir (2,5 persen), Mahfud MD (1,6 persen), dan Puan Maharani (1 persen).

          Sumber : Liputan 6

          Wednesday, February 19, 2020

          POLITIK DALAM NEGERI - Alasan PDIP Utamakan Usung Kader dan Petahana di Pilkada 2020

          Politik Dalam Negeri, Jakarta - PDIP mengumumkan 49 pasangan calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2020. Dari sejumlah nama tersebut, mayoritas adalah kader dan juga petahana.
          Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri mengatakan, partainya memang mendahulukan kader dan petahana dalam pencalonan di pilkada. Para kepala daerah petahana ini diminta tetap menjaga diri dan tak santai.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            "Saya selalu ingin cari pemimpin mumpuni. Karena tentunya bukan pemimpin agama dan kebudayaan, walaupun unsur itu harus ada. Sebab tanpa agama dan budaya, kehidupan tak ada. Yang jelas saya melihat mereka ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Megawati, Jakarta, Rabu (19/2/2020).
            Megawati mengingatkan para calon petahana ini tak kehilangan semangat bekerja. Sebab gejala pelemahan fighting spirit itu sudah dilihatnya.
            "Jangan kehilangan fighting spirit dalam kerjanya. Kalau tidak kita akan masuk perangkap, bahwa akibat kemapanan, sehingga hanya merasakan kenyamanan tapi melupakan kerja itu sendiri," tegas Megawati.
            Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, prestasi para kepala daerah petahana jadi pertimbangan untuk dimajukan kembali oleh partainya. Sebagai contoh, di Kota Semarang, pihaknya melihat pasangan Hendrarprihadi-Ira mampu merubah kota itu menjadi lebih hijau.
            "Jadi memang mereka berprestasi," kata Hasto.
            PDIP memasang target kemenangan hingga 60 persen di pilkada serentak 2020. Maka itu pula, pihaknya lebih memilih dengan calon petahana yang berprestasi sekaligus punya kemampuan untuk merangkul kekuatan politik lainnya.
            "Karena mereka ini incumbent, tentu saja mereka punya tugas untuk merangkul juga kekuatan politik lain," pungkasnya.

            Bibit Pohon


            Dalam pengumuman calon pilkada, Megawati menyerahkan satu buah bibit pohon kepada setiap para calon kepala daerah yang diusung partai itu di Pemilu Serentak 2020. Pohon itu merupakan simbol bahwa para calon kepala daerah harus merawat alam dan lingkungannya ketika menjadi pemimpin di daerah. 
            Menurut Megawati, para calon kepala daerah dari PDIP harus mau jujur soal kerusakan alam yang terjadi. Dan kerusakan itu justru karena abainya diri sendiri.
            "Kenapa dunia makin rusak? Sebetulnya akibat ulah sendiri. Misal di Sumatera, ada pembalakan kayu. Jangan malu, buka saja bahwa ada memang di sana. Minta orangnya ditangkap," kata Megawati.
            Sehingga tak heran saat ini banjir muncul dimana-mana. Menurut dia, hal itu terjadi akibat ada yang salah dari perlakuan manusia terhadap alam.
            Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pemberian bibit pohon kepada para calon kepala daerah merupakan sebuah bentuk komitmen untuk merawat bumi.
            Menurut Hasto, pemberian pohon ini senapas dengan tema rakernas I PDIP lalu yang mengangkat tema soal jalur rempah dan pangan nasional. Hal itu terinspirasi dari Megawati yang memiliki concern khusus yang sangat besar terhadap merawat bumi. Bahkan ruangan acara pengumuman itu didisain dengan begitu banyak bibit pohon di seluruh titik-titik ruangan.
            Hasto menegaskan, Gerakan Mencintai Bumi yang dipelopori PDIP itu harus diimplementasikan oleh para kepala daerah yang diusung. Kinerja mereka akan juga diukur dengan seberapa banyak pohon yang mereka tanam serta seberapa panjang sungai serta banyaknya mata air yang dirawat di wilayahnya masing-masing.
            "Nantinya semua itu juga akan diperjuangkan oleh kepala daerah, kita implementasikan," pungkasnya.
            Selain pemberian bibit pohon, para calon kepala daerah itu juga menyatakan janji yang dimuat dalam Dasa Prasetya Partai. Janji yang sama juga pernah diucapkan oleh para kader PDIP seperti Joko Widodo, Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, dan Ganjar Pranowo.

            Sumber : Liputan 6