Thursday, February 12, 2026

Emil Dardak Ingatkan ASN Berpikir Kritis, Bukan Sekadar Menjalankan Perintah


PT Rifan Financindo Berjangka - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menegaskan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) memiliki pola pikir kritis dan analitis dalam menjalankan tugas pemerintahan. ASN tidak lagi cukup hanya berperan sebagai pelaksana instruksi, melainkan dituntut mampu memahami konteks kebijakan, mengantisipasi dampak, serta memberikan masukan solutif demi kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Pernyataan ini menjadi penegasan arah reformasi birokrasi yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, bukan semata kepatuhan prosedural.

ASN Dituntut Memahami Substansi Kebijakan

Dalam berbagai kesempatan pembinaan, Emil Dardak menyoroti masih adanya pola kerja birokrasi yang terlalu administratif. ASN diingatkan untuk:

  • Memahami tujuan strategis kebijakan

  • Menganalisis dampak kebijakan di lapangan

  • Mengidentifikasi potensi risiko dan hambatan

  • Menyampaikan rekomendasi berbasis data

ASN yang berpikir kritis mampu memastikan bahwa kebijakan tidak berhenti pada tataran dokumen, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Berpikir Kritis sebagai Pilar Reformasi Birokrasi

Transformasi birokrasi menuntut perubahan cara kerja ASN dari sekadar “melaksanakan” menjadi “memecahkan masalah”. Pola pikir kritis menjadi kunci dalam:

  • Perumusan program yang tepat sasaran

  • Efisiensi penggunaan anggaran

  • Pencegahan kesalahan kebijakan berulang

  • Peningkatan akuntabilitas publik

Kami melihat bahwa ASN dengan kemampuan analitis yang kuat akan lebih adaptif menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.

ASN sebagai Mitra Strategis Pimpinan Daerah

Emil Dardak menekankan bahwa ASN adalah mitra strategis kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. ASN diharapkan berani menyampaikan pandangan profesional selama tetap berada dalam koridor etika dan regulasi.

Peran strategis ASN mencakup:

  • Memberikan opsi kebijakan berbasis kajian

  • Menyampaikan konsekuensi teknis dari setiap keputusan

  • Menjadi penghubung antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat

Pendekatan ini memperkuat kualitas pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan daerah.

Membangun Budaya Diskusi dan Analisis di Lingkungan ASN

Budaya kerja yang sehat mendorong dialog terbuka dan pertukaran gagasan. ASN tidak boleh takut berpikir berbeda selama bertujuan memperbaiki kualitas kebijakan.

Langkah konkret yang ditekankan meliputi:

  • Forum diskusi lintas perangkat daerah

  • Pemanfaatan data dan riset sebagai dasar kebijakan

  • Evaluasi program berbasis indikator kinerja

  • Peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan

Tantangan ASN di Era Pemerintahan Modern

Perkembangan teknologi dan tuntutan publik yang semakin tinggi membuat ASN harus terus beradaptasi. Tantangan utama meliputi:

  • Kompleksitas masalah publik

  • Kecepatan perubahan kebijakan nasional dan global

  • Transparansi dan akuntabilitas digital

  • Ekspektasi layanan publik yang cepat dan tepat

ASN yang hanya menunggu perintah berisiko tertinggal dan tidak mampu menjawab kebutuhan zaman.

Dampak Positif ASN yang Berpikir Kritis

ASN dengan pola pikir kritis memberikan dampak langsung terhadap kinerja pemerintahan, antara lain:

  • Kebijakan lebih tepat sasaran

  • Risiko kesalahan implementasi berkurang

  • Pelayanan publik meningkat

  • Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menguat

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi hasil.



 PT Rifan Financindo Berjangka

No comments:

Post a Comment