PT Rifan Financindo Berjangka - Presiden Prabowo Subianto tiba di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada Kamis pagi, 1 Oktober 2026. Kedatangan Prabowo untuk memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai inspektur upacara.
Prabowo tiba sekitar pukul 07.57 WIB dengan mengenakan setelan jas berwarna abu-abu dan peci. Presiden didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 berlangsung di lokasi yang setiap tahun menjadi pusat peringatan nasional tersebut. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi, termasuk pengibaran Sang Merah Putih dan persiapan pasukan upacara. Acara pokok dijadwalkan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Kehadiran Prabowo di Lubang Buaya menjadi bagian dari agenda kenegaraan pada 1 Oktober sekaligus momentum untuk mengenang para Pahlawan Revolusi dan menegaskan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prabowo Tiba di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya
Presiden Prabowo Subianto tiba di kawasan Monumen Pancasila Sakti pada pukul 07.57 WIB. Kedatangannya berlangsung menjelang dimulainya upacara utama Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir mendampingi Presiden. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga berada bersama Presiden dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan pasukan upacara telah memasuki lapangan sebelum acara pokok dimulai. Menurut laporan di lokasi, pasukan mulai memasuki lapangan sekitar pukul 07.33 WIB dan upacara dimulai pukul 08.00 WIB.
Kehadiran kepala negara sebagai inspektur upacara membuat rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi salah satu agenda kenegaraan utama pada 1 Oktober.
Siapa Saja yang Bertugas dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026?
Sejumlah pimpinan lembaga negara mendapat tugas dalam rangkaian upacara tahun ini.
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bertugas membacakan teks Pancasila. Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendapat tugas membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Adapun Ketua DPR RI Puan Maharani dijadwalkan membacakan sekaligus menandatangani Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Setelah rangkaian tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan membacakan doa.
Susunan petugas tersebut memperlihatkan keterlibatan sejumlah lembaga negara dalam pelaksanaan upacara tingkat pusat.
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema:
“Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Tema tersebut menjadi bagian dari pesan resmi peringatan tahun ini yang menempatkan Pancasila dalam konteks persatuan serta cita-cita bernegara.
Tema tersebut juga melanjutkan penggunaan peringatan 1 Oktober sebagai momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus nilai yang menjadi bagian dari kehidupan berbangsa.
Apa Itu Hari Kesaktian Pancasila?
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober.
Peringatan ini berkaitan dengan sejarah politik Indonesia pada 1965 dan peristiwa yang dalam narasi resmi negara dikaitkan dengan Gerakan 30 September serta gugurnya enam perwira tinggi dan satu perwira pertama TNI Angkatan Darat yang kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.
Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya menjadi salah satu situs utama yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dan kemudian digunakan sebagai lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Dalam penyelenggaraan resmi pemerintah, peringatan 1 Oktober ditandai dengan upacara, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta ikrar untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pedoman pemerintah juga mengatur pelaksanaan peringatan tersebut hingga lingkungan satuan pendidikan.
Mengapa Upacara Hari Kesaktian Pancasila Digelar di Lubang Buaya?
Lubang Buaya memiliki posisi khusus dalam sejarah peringatan Hari Kesaktian Pancasila karena kawasan tersebut menjadi lokasi Monumen Pancasila Sakti dan berbagai fasilitas yang berkaitan dengan narasi resmi mengenai peristiwa 1965.
Pemerintah secara konsisten menggunakan kawasan Monumen Pancasila Sakti sebagai lokasi utama upacara tingkat pusat. Pada 2024, misalnya, Presiden Joko Widodo memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di tempat yang sama.
Pada 2025, Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai Presiden di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya.
Pada 2026, Prabowo kembali hadir dan memimpin upacara di lokasi tersebut.
Prabowo Kembali Memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Kehadiran Prabowo pada 1 Oktober 2026 merupakan tahun kedua dirinya memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila sebagai Presiden.
Pada peringatan 2025, Prabowo memimpin langsung prosesi di Monumen Pancasila Sakti. Pemerintah saat itu menyebut peringatan tersebut sebagai pertama kalinya Prabowo memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila sejak dilantik sebagai Presiden.
Satu tahun kemudian, Prabowo kembali menjadi inspektur upacara di lokasi yang sama.
Hal tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kenegaraan tahunan setiap 1 Oktober.
Pengibaran Bendera pada 30 September dan 1 Oktober
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 tidak hanya mengatur kegiatan pada 1 Oktober.
Pedoman pemerintah juga mengatur penggunaan Bendera Merah Putih pada 30 September dan 1 Oktober.
Pada 30 September 2026, instansi pemerintah, perwakilan RI di luar negeri, satuan pendidikan, serta sejumlah komponen masyarakat diarahkan mengibarkan bendera setengah tiang.
Kemudian pada 1 Oktober 2026 pukul 06.00 waktu setempat, bendera kembali dikibarkan satu tiang penuh.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan dua hari yang menghubungkan 30 September dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober.
Makna Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Dalam penyelenggaraan resmi pemerintah, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Salah satu unsur utama upacara adalah mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ikrar, dan doa. Pola tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan peringatan di tingkat pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya.
Dengan format tersebut, peringatan tidak hanya menjadi seremoni kenegaraan, tetapi juga menjadi kegiatan pendidikan kebangsaan yang dilaksanakan hingga kementerian, pemerintah daerah, dan sekolah.
Hari Kesaktian Pancasila 2026 dan Nilai Persatuan
Tema 2026 menempatkan persatuan sebagai salah satu pesan utama peringatan.
Konteks tersebut sejalan dengan penggunaan Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara dalam narasi resmi pemerintah. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Prabowo juga menyebut Pancasila sebagai konsensus kebangsaan yang memungkinkan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan wilayah untuk hidup sebagai satu bangsa.
Pada Hari Kesaktian Pancasila, pesan tersebut kembali ditempatkan dalam konteks peringatan sejarah dan penghormatan kepada para pahlawan.
No comments:
Post a Comment